Ads 468x60px

Showing posts with label Burung Gereja. Show all posts
Showing posts with label Burung Gereja. Show all posts

Thursday, December 11, 2014

Memaster Burung Gereja

Anda tentu sangat mengenal burung gereja bukan? burung ini sangat familiar dan mudah ditemukan disekitar rumah kita hampir diseluruh pelosok negeri ini, entah dari mana asal mula burung ini, yang jelas saat ini hampir disemua daerah terdapat burung gereja. Burung gereja dalam jumlah banyak akan menimbulkan suara berisik, ternyata suara burung gereja tarung atau kawin menjadi masteran yang sangat bagus untuk burung pengicau. 

Tidak hanya untuk pemaster, ternyata burung gereja yang dipelihara dari anakan atau lolohan dapat diajari berkicau burung lain, sehingga penampakan burung gereja namun bisa berkicau suara burung lain. Namun suara yang diajarkan tentunya adalah suara-suara yang sesuai dengan jenis pita suaranya, berdasarkan pengamatan Kissawa beberapa jenis burung pemakan biji-bijian dan serangga dapat ditirukan oleh burung gereja.

Jika anda sedang memelihara burung gereja anakan/lolohan, cobalah setiap hari diperdengarkan suara burung Blackthroat atau kenari yang ngerool dan nembaknya rapat, karena suara jenis burung ini sangat cocok untuk burung gereja.

Selain BT dan kenari, suara burung prenjak juga bisa menjadi masteran yang mudah ditirukan oleh burung gereja. Namun dalam memasteri burung gereja, kita harus cermat, yaitu menggunakan teknik 1 atau dua suara yang diperdengarkan secara bergantian. Memori otak burung ini sangat kecil, sehingga kemampuan merekam dan menirukan suara burung tidak sehebat burung Cendet atau Cucak Hijau.

Melihat bentuk kepala yang mungil itu, maka burung ini hanya dapat diajari dua lagu suara burung, itu pun hanya dapat dilakukan bila burung dipelihara dari anakan. Jangan mempertemukan anakan burung gereja dengan burger liar, dan jangan berharap burger tua akan bisa jinak dan menirukan apa yang kita ajarkan.

Kesimpulan :
Memaster Burung Gereja hanya dapat dilakukan pada burung gereja yang jinak dan dipelihara dari anakan/lolohan, hanya ada 2 atau 3 lagu yang bisa dikuasai oleh burung gereja karena burung ini hanya memiliki kepala dengan otak yang kecil. Selain itu kita juga harus cermat dalam memilih lagu yang tepat dan sesuai dengan pita suara burung ini.
Read more >>

Friday, October 24, 2014

Teknik Merawat Bebi BurGer

Burung Gereja yang sudah jadi atau gacor saat ini menjadi burung yang sangat dicari oleh kicau mania untuk dijadikan masteran bagi burung peniru lainnya. Burung Cendet adalah salah satu burung pengicau yang sangat tepat untuk dimasteri dengan kicauan burung gereja. Bagaimana cara yang tepat memilih dan merawat burung gereja bakalan agar menjadi gacor dikemudian hari? kali ini Kissawa ingin berbagi tips Teknik Merawat Bebi BurGer, karena merawat BurGer dari usia bebi atau masih lolohan lebih mudah dibandingkan merawat muda liar.

Kissawa menyarankan, tidak merawat burung gereja yang hasil tangkapan liar atau dibeli di pasar meskipun dengan harga yang murah, karena sifat liar burung gereja sulit diatas meskipun dengan teknik pemandian. Di pasar burung kerap kita menemukan burger dijajakan bersama burung pipit dengan harga lima ribuan, bersama kawanan burung ini, bisa saja burung tetap mau makan. Namun beda halnya bila burung diasingkan dirumah anda nanti, yang ada burung malah mati karena tidak mau makan.

Jika ingin memanen sendiri hasil kebun Peternakan Alami Burger anda maka pantaulah aktivitas indukannya, bila burung telah mengeram dan anakan telah menetas, setelah 10 hari dari penetasan maka panen pun bisa dilakukan. Selanjutnya burung di suapi sendiri. Setelah berumur 3 minggu biasanya burung telah terbang dari sarangnya, untuk itulah saya sarankan panen dilakukan di usia 10hari.

Setelah burung diambil dari sarangnya, selanjutnya masukkan burung pada sangkar harian atau masukkan dalam kardus beserta sebagian bahan sarang, agar lebih mudah dalam rawatan harian atau menyuapi burung. Di usia ini bulu telah mulai tumbuh sekitar 50%, jadi burung tidak perlu di hangatkan lagi dengan lampu, asalkan burung ditempatkan ditempat yang tertutup maka kita anggap sudah aman.

di hari pertama mungkin burung enggan memakan apa yang kita berikan, bahkan membuka mulut pun tidak mau meskipun lapar, untuk itu anda butuh sedikit upaya agar burung mau makan dan bisa bertahan hidup. Nanti setelah dua hari burung biasanya sudah paham bila anda adalah perawatnya yang akan memberi makan.  Adapun jenis makanan yang cocok untuk burung Bebi Burger adalah Bubur Bayi Sun, Voer yang dilunakkan dengan air. Untuk mempercepat pertumbuhan adonan bubur tadi bisa diberi tepung jangkrik atau kroto.

Bebi Burger harus terus di suapi sampai burung bisa makan sendiri. di usia 30 hari biasanya burung telah mulai belajar memakan apa yang disediakan, untuk merangsang agar burung mau makan di wadah secara mandiri, anda bisa memancingnya dengan mencampurkan Voer dengan UK - ulat kandang. Gerakan UK di dalam wadah pakan tadi akan memancing burung untuk memangsanya.

Setelah burung tampak mulai belajar makan maka selanjutnya anda bisa membiasakan burung Burger memakan biji-bijian atau voer. Sedangkan EF untuk merangsang burung agar sehat, aktif dan rajin bunyi bisa diberikan UH 2 ekor setiap hari dan kroto dua hari sekali.

Bebi Burger yang belum bisa makan sendiri lebih baik jangan dimandikan, namun sangkar tetap harus dibersihkan setiap hari agar burung tidak mudah terserang penyakit. Penjemuran Bebi BurGer cukuplah 1 jam setiap pagi.

Sebaiknya burung gereja muda ini tidak dipertemukan dengan BurGer liar, agar sifat liarnya tidak muncul. Alangkah lebih baik jika BurGer muda juga di dekatkan dengan Burung Kenari atau burung pemakan biji lainnya agar burung aktif makan dan menirukan suaranya.

Blackthroat dan Kenari bisa jadi teman akrab burung gereja, karena dari segi kicauan, makanan dan postur tubuhnya burung  ini kurang lebih sama. Sehingga dalam keseharian anda bisa mendekatkan ketiga jenis burung ini. Bila burung kenari atau Blackthroat tidak ada yang berkicau maka solusi memaster burung gereja adalah dengan menggunakan mp3 player.

Demikian yang dapat Kissawa sampaikan, terima kasih atas kunjungannya sobat....
Read more >>

Monday, September 15, 2014

Burung Gereja (Sparrow)

Burung gereja merupakan burung koloni, yang hidupnya selalu berkelompok, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Burung ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita, baik perkotaan maupun pedesaan. Burung Gereja (Sparrow) merupakan burung yang masuk dalam kategori keluarga Passeridae.

Burung Gereja adalah kelompok burung pemakan biji-bijian juga serangga, burung gereja tampak sering bermain ditanah dan pasir, Selain memakan biji-bijian burung ini juga kerap mengais sisa sisa makanan yang terbuang seperti biskuit maupun nasi kering yang jatuh di Aspal maupun yang dijemur di genteng.

Pada awalnya burung gereja hanya tersebar di Eropa, Asia, dan Afrika, meski dengan spesies yang berbeda.Kini burung ini juga sudah diintroduksi di Australia dan Amerika. Burung gereja sering bersarang di atap rumah atau di lubang-lubang yang ada di sekitar pemukiman. Karena sering bergerombol dalam jumlah besar (ratusan ekor) di halaman atau pekarangan rumah, burung ini sering dianggap sebagai burung hama terutama bagi mereka yang merasa terganggu dengan kehadiran burung tersebut. Karena burung ini suka memakan biji-bijian yang dijemur maupun sisa makanan yang dijemur untuk diawetkan.

Di Lapangan Kissawa yang tidak lain adalah lapangan volly dengan dasar pasir merupakan tempat yang paling sering digunakan burung Gereja untuk mandi pasir. Burung Gereja menjadi layak untuk dipelihara oleh Kicau Mania Kissawa dan KM lainnya karena mudah dalam pemeliharaan juga menjadi masteran yang bagus bagi burung Cendet, Murai, Kacer dan cucak Ijo.

Sangat sering kita melihat burung gereja yang bermain, bertengkar atau kawin sehingga aktivitas mereka menjadikan suasana menjadi ribut karena riuhnya. Ternyata suara-suara berisik burung gereja itu bila ditirukan oleh burung pengicau seperti tersebut diatas menghasilkan suara yang lebih merdu dari suara aslinya. Besetan dan nada kasarnya sangat disukai oleh pecinta burung dan juri pada suatu lomba burung.

Saya rasa sangat mudah untuk mengenali burung gereja, karena burung ini kerap kita temukan bersarang di ujung tiang listrik, di ujung pohon maupun di atas rumah yang ada lobangnya. Untuk lebih memahami seluk beluk burung gereja, silahkan dibaca artikel dibawah ini :
Read more >>

Wednesday, April 30, 2014

Ternak Burung Gereja Tak Semudah Teorinya

Kebiasaan Burung Gereja yang suka bersarang ditempat-tempat yang tersembunyi seperti di dalam plafon rumah yang jarang dihuni, menempati lubang pipa telkom, menempati ruang sempit tiang listrik atau tiang telpon, hal ini menginspirasikan banyak orang untuk mencoba menangkar Burung Gereja Liar dengan menyediakan banyak glodok atau pipa yang dilubangi ditembok rumah bagian atas dan berharap burung segera bersarang.

Bukan Glodok Burung Gereja

Tak semudah teorinya, ternyata ternak model seperti itu tergolong sulit dilakukan, karena pada kenyataannya burung-burung gereja itu enggan masuk ke dalam sangkar gelodok yang kita buat, padahal saya sudah mengupayakan pemberian kenari seed dll di sekitar glodok yang saya buat, yang datang bukannya burung yang bersarang namun makanan yang habis di makan semut dan burung tapi burung tidak bersarang.

Analisa Pembetulan Teori
Usaha kita untuk breeding burung gereja bisa berhasil bila kita memiliki tempat yang nyaman bagi burung, kita ramah pada burung dan kita tidak mengusiknya, selain itu glodok yang kita sediakan jangan pernah di datangi atau disentuh walau hanya untuk mengecek. Pemantauan glodok cukup dilakukan dari jarak jauh, bila burung telah mulai membuat sarang, itu pertanda baik meskipun belum tentu berhasil.

Intinya, lokasi peternakan burung gereja harus sepi atau jauh dari keramaian dan lalu lalang orang, karena burung ini termasuk jinak-jinak merpati, burung ini tampak jinak tapi bila didekati pasti akan terbang. 

Meskipun burung gereja adalah jenis burung pemakan biji-bijian, pada kenyataannya untuk meningkatkan brahi burung anda juga harus menyediakan UH bagi burung ini ditempat yang aman dari gangguan semut. dengan demikian burung akan lebih cepat berkembang biak karena kondisi tubuh yang telah mencapai brahi normal. 

Meskipun tak semudah yang dituliskan dalam teori, namun bukan tidak mungkin hal ini kita lakukan, buktinya orang-orang bule mampu menyediakan sarang burung ini di taman-taman kota dan taman rumah mereka, yang penting keberadaan burung ini jangan pernah di usik. 

Inilah catatan singkat saya hari ini untuk KM  Kissawa, karena saya melihat di lapangan Kissawa sangat banyak burung gereja berterbangan, namun glodok yang saya pasang disekitar lapangan tidak satupun burung yang mendekat.

Salam Burger Mania....
Read more >>

Monday, February 17, 2014

Ciri Ciri Burung Gereja Yang Baik

Burger, tentu anda suka dengan burger bukan? tapi kali ini bukan bagaimana membuat burger yang baik, namun tentang bagaimana Ciri Ciri Burger (Burung Gereja) yang baik? karena burung gereja yang dulu diabaikan kini mulai diperhatikan oleh kicau mania di sekitar pulau jawa, sebab burung ini akan dijadikan masteran untuk burung berkicau lain seperti Cucak Ijo, Murai, Cendet dan berbagai burung berkicau lainnya.

Burung Gereja yang rajin berkicau adalah burung gereja dengan kelamin jantan, jika anda belum mengetahui bagaimana cara membedakan mana jantan dan betina, silahkan baca Disini. 

Ciri-Ciri Burung Gereja Yang Baik, untuk kicauan dan masteran :

  • Berkelamin jantan
  • Berbodi panjang
  • Kaki dan jari yang lengkap, mencengkeram dengan kuat
  • Sayap yang saling mengapit kiri dan kanan
  • Pilih yang paruhnya tebal, menandakan burung bernada keras
  • Pilih yang berleher panjang dan besar, menandakan burung memiliki nafas yang kuat
  • Burung tampak sehat dan lincah serta makan yang rakus.
  • Saat dipegang biasanya burung yang sehat dan punya mental yang bagus akan menggigit.
  • Bila masih anakan yang belum bisa terbang, pilihlah yang bisa lompat terjauh diantara yang lain.

Itulah Ciri ciri Burung Gereja yang baik dan memeliki prospek yang cerah untuk bisa berkicau dengan rajin dan dijadikan masteran burung berkicau lainnya. Perhatikan juga Cara Memilih Bakalan Burger Anakan
Read more >>

Tuesday, February 11, 2014

Manfaat Penjemuran Bagi Burung

Sebagaimana telah kita pahami bersama bila sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan dan meningkatkan metabolisme tubuh, mendapatkan vitamin D pro yang baik sehingga tubuh menjadi sehat baik itu bagi manusia, tumbuhan juga hewan. Penjemuran di pagi hari hingga pukul 10 di yakini sangat baik untuk menyegarkan badan, menguatkan tulang, sedangkan pada burung dapat menaikkan b'rahi sehingga burung akan lebih rajin berkicau.

Selain penjemuran yang baik, ternyata Pengembunan juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi hewan peliharaan, untuk itu kombinasi dua perawatan ini sangat tepat untuk membuat burung menjadi lebih rajin berkicau. Pengembunan yang tepat dan penjemuran yang cukup akan membuat burung lebih sehat, bulu yang cerah dan pada akhirnya burung akan lebih rajin berkicau.

Penjemuran yang berlebihan pada burung di yakini akan mengakibatkan burung menjadi OB (over b'rahi), untuk itu saya lebih menyarankan penjemuran hanya dilakukan dalam durasi yang cukup dan tepat saja, nilai kecukupan itu dapat dilihat dari kemampuan burung itu sendiri, bila burung sudah tampak membuka paruh dan megap-megap menandakan burung sudah cukup kepanasan.

Burung yang kerap mendapatkan sinar matahari pagi akan lebih sehat dibandingkan burung yang setiap waktu hanya di dalam rumah, karena penjemuran yang cukup juga akan bisa mengusir kutu yang suka bersarang di dalam lipatan bulu, perhatikanlah burung yang dijemur akan suka membentangkan sayapnya atau mengembangkan bulunya agar cahaya bisa menembus pori-pori kulit.

Terkait manfaat penjemuran yang baik bagi burung, inilah fakta tentang sinar matahari :
  1. Sinar matahari pada pagi hari mengandung infra merah yang bermanfaat untuk pembentukan hormon testosteon bagi burung jantan, serta hormon estrogen dan progesteron pada burung betina. Ketiga hormon ini memegang kendali penting terhadap rangsangan birahi (juga organ reproduksi) yang membuat burung menjadi lebih rajin berkicau.
  2. Sinar matahari pagi juga banyak mengandung ultraviolet yang bisa mengekstrak pro-vitamin D yang ada di dalam tubuh burung menjadi vitamin D3 yang sangat bermanfaat dan berpengaruh terhadap struktur tulang, daya tahan, dan beberapa organ penting lainnya.
  3. Sinar matahari pagi bisa mengoptimalkan metabolisme dalam tubuh burung, sehingga proses penyerapan sari makanan dan pendistribusian sari makanan pun menjadi lebih tepat dan lebih efisien.
  4. Sinar matahari pagi bisa membunuh hampir 85% virus penyebab penyakit pada burung.
  5. Sinar matahari pagi hari juga bisa membunuh bibit jamur maupun jamur yang bersarang di lantai sangkar, jeruji, ataupun ornamen sangkar lainnya.
  6. Sinar matahari pagi sangat bermanfaat dalam melepaskan kutu-kutu yang menempel pada permukaan kulit dan bulu-bulu burung.
  7. Sinar matahari pagi merupakan kebutuhan dasar biologis bagi burung. Jadi, penjemuran juga memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan psikologis burung. Semua burung pasti akan merasa senang jika dijemur setiap hari, terlebih pada pagi hari sewaktu matahari baru terbit.

Ada baiknya sebelum di jemur, burung dimandikan hingga puas agar burung bisa lebih bertahan lama dalam penjemuran, adapun waktu yang baik untuk penjemuran dapat dilakukan di pagi hari atau sore hari tergantung kelonggaran waktu anda.

Itulah manfaat penjemuran bagi burung yang dapat saya jabarkan di blog KM Kissawa ini semoga bermanfaat untuk rekan rekan sekalian.
Read more >>

Thursday, February 6, 2014

Kapan Waktu Ngurak Burung Kenari | Prenjak | Burger | Cendet | Lovebird

Ngurak atau moulting adalah siklus alami hewan unggas termasuk burung berkicau, lalu kapan waktu ngurak atau moulting itu terjadi? berdasarkan pengalaman saya mengamati proses pergantian bulu yang terkadang menghabiskan waktu berbulan-bulan itu, burung akan mengalami ganti bulu bila bulu telah kusam dan di tandai banyaknya bulu yang pecah dan patah. Sehingga bila anda mendapati bulu-bulu burung yang telah kusam dan burung mulai tidak berkicau bisa jadi itu adalah pertanda burung akan mengalami ganti bulu.

Waktu atau musim pergantian bulu biasanya juga bersamaan dengan pergantian musim, baik itu musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Seperti yang saya alami dalam 2 bulan ini beberapa burung kesayangan sedang ganti bulu sperti Burung Cendet si Somad, Burung Lovebird, Burung Prenjak Alang-Alang dan Burung Kenari.

Pergantian bulu adalah proses yang melelahkan bagi burung, dimana burung membutuhkan tempat yang aman dari ancaman, nyaman lingkungannya dan terjamin makanannya, sehingga perawatan burung selama  masa mabung sangat penting sehingga setelah lepas mabung burung akan kembali pada performancenya. kegagalan melalui masa mabung bisa membuat burung menjadi rusak, rusak dalam hal ini bisa dikategorikan kerusakan pada bulu yang tak bisa tumbuh maksimal maupun macet bunyi setelah ngurak.

Habisnya musim hujan di tahun 2014 ini beberapa burung kesayangan banyak yang ngurak, burung pun dengan rela melepaskan bulu-bulu sehingga tidak akan mengalami kedinginan karena cuaca sudah mulai panas. Apalagi burung di rawat dengan Full Kerodong maka proses pergantian bulu bakal lebih cepat.

Secara umum saat memasuki masa ganti bulu, burung harus diberikan EF yang cukup agar kebutuhan nutrisi burung terjamin sehingga proses rontok dan proses dorong burung bakal lebih cepat. Meski demikian dapat juga dirawat seperti rawatan harian, yang tidak boleh dan tidak baik adalah menurunkan jumlah pakan sehingga kebutuhan pakan hingga minim, hal ini bakal mengakibatkan kegagalan melalui masa moulting.

Dalam catatan kami terdahulu telah menyampaikan model Perawatan Burung Kenari Masa Mabung, sedangkan untuk burung lainnya akan saya sampaikan di artikel berikutnya. 
bila di daerah masih turun hujan, mungkin anda bisa mempertimbangkan artikel kami tentang Perawatan Burung di Musim Hujan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan rekan-rekan semakin betah berada di Kissawa Bird Lover Community.
Read more >>

Saturday, February 1, 2014

Manfaat Pengembunan Burung

Pengembunan atau menggantang burung di tempat terbuka yang langsung menghadap ke langit sangat baik untuk kesehatan burung. Seperti apa cara pengembunan dan apa filosofinya sehingga pengembunan baik untuk kesehatan burung dan membuat burung lebih rajin berkicau? Berikut ini saya ingin berbagi catatan tentang pernyataan diatas.

Cara Pengembunan 
Sebelum matahari terbit atau disekitar fajar burung dikeluarkan dari rumah, bukan diteras. biasanya saya lakukan sekitar subuh, kadang sebelum subuh bahkan kadang setelah subuh. Adapun pengembunan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang seperti di alam bebas, dimana burung akan terbangun sebelum matahari terbit untuk menikmati udara segar di fajar hari.

Setelah di embunkan dan matahari telah naik satu jengkal burung di ambil dan di mandikan sampai puas sekitar pukul 7 pagi, kemudian burung di jemur kembali dan diberi makan dan minum yang baru dan bersih. Selain itu juga diberi EF agar burung mendapat stamina yang prima.

Mengembunkan burung memiliki tujuan  yang baik untuk menyehatkan burung, bulu yang sehat dan mengkilap, suara yang nyaring karena mendapatkan udara yang segar sebelum kena polusi. apalagi daerah perkotaan setiap aktivitas manusia dimulai polusi akan terus mendera.

Terbukti dengan mengembunkan burung secara rutin, seperti burung Pleci, Prenjak, Cucak Ijo, Kacer, Cendet, Murai, Kenari dan berbagai burung berkicau lainnya, burung akan lebih sehat dan rajin berkicau, bahkan burung pleci untuk terapi ada yang digantang dari malam hari sampai pagi ditempat yang terbuka.

Itulah manfaat pengembunan burung, karena fakta di pagi hari udara pagi dan sinar matahari pagi menurut pakar kesehatan sangat baik untuk kesehatan, baik itu kesehatan tulang, kesehatan kulit maupun kesehatan paru - paru.
Read more >>

Thursday, January 23, 2014

Tips Memelihara Burung Kenari di Musim Hujan

Datangnya  musim  hujan menjadi keluhan bagi para Kicau Mania Kissawa dan Kenari Mania di mana pun berada karena performance burung menurun dan nyaris tidak berkicau karena kurang panas dan cuaca yang kerap berubah. Menurut saya memelihara burung di musim penghujan memang berbeda dengan di musim kemarau karena burung yang kurang panas akan mengembangkan bulu dan lebih banyak diam, untuk itu kali ini saya ingin berbagi Tips memelihara burung di musim hujan, terutama burung kenari.

Menurut litelatur yang pernah saya baca dimusim hujan yang lebih banyak mendung, lebih baik bila burung di full kerodong tapi resletingnya dibuka hal ini bertujuan agar burung tidak diterpa angin yang bisa menurunkan stamina dan kesehatan. Jangankan burung, manusia saja bila kena cuaca yang berubah-ubah bisa terserang pilek, nah kalau burung kenari kena pilek, bisa berabe tuh... sembuhnya susah.

Selain melindungi burung dengan kerodong, upaya lain yang perlu dilakukan adalah menaikkan Extra Fooding (EF), adapun EF yang cocok untuk burung kenari adalah Telur Puyuh dan Cede Kenari. sementara itu biji-bijian bisa diperbanyak biji sawinya yang berwarna hitam. Tujuan menambah porsi EF ini adalah agar burung merasa lebih hangat, stamina terjaga dan kesehatan terjaga.

Sedangkan EF untuk burung Prenjak, Gereja, Cendet, Kacer, Cucak Ijo, Teledakan bisa ditambahkan Jangkrik, kroto, Ulat hongkong, Ulat kandang dengan porsi yang lebih banyak daripada hari biasanya.

Saat musim hujan sebaiknya burung tidak dimandikan, seandainya matahari mulai memanas dan burung mandi sendiri biarkanlah, usahakan kotoran burung terus dibersihkan setiap hari sehingga saat dikerodong burung merasakan sangkar yang bersih dan burung akan terjaga kesehatannya.

Berdasarkan pengalaman saya, jika dimusim hujan burung tidak diberi Cede Kenari burung akan berkurang kicauannya, Sayuran dapat juga diberikan cukup seminggu 2 kali, selebihnya berikanlah Apel Merah agar vitamin burung tercukupi. 

Itulah Tips Memelihara burung di musim hujan yang dapat kami bagikan di KM Kissawa, semoga bermanfaat untuk anda sekalian.
Salam Kicau Mania...


Read more >>

Monday, January 6, 2014

Inilah Video Burung Gereja Gacor

Burung Gereja bila dipelihara dari anakan yang diloloh akan menjadi jinak sehingga akan rajin berkicau atau gacor pada usia satu tahunan. Suara cerecetan panjang burung gereja gacor sangat diminati pecinta burung berkicau karena akan dijadikan masteran untuk burung berkicau lainnya, beberapa burung yang sangat bagus bila dimasteri suarau burung gereja adalah Cendet, Cucak Ijo, Kacer dan Murai.

Dengan melihat video burung gereja gacor berikut ini semoga bisa menjadi motivasi kepada rekan rekan di KM-Kissawaagar merawat dan memelihara burung gereja dengan penuh kesabaran, karena bila telah menemukan performancenya burger akan memiliki harga yang tinggi.

Untuk lebih jelasnya, inilah video burung gereja gacor



Dengan gayanya salto dan memutar-mutar burung gereja ini tampaknya telah mencapai masa b'rahi yang matang dan siap untuk dijodohkan, bila anda menemukan ini bisa segera mencarikan betina dan menjodohkannya.
Read more >>

Saturday, January 4, 2014

Cara Memilih Bakalan Burung Gereja Anakan

Sebagaimana kita ketahui bersama bila burung gereja memiliki cerecetan yang ramai dan rapat sehingga sangat cocok buat kicauan maupun untuk masteran burung berkicau lainnya. Karena burung yang rajin nyerecet panjang adalah Gereja jantan maka pilihlah bakalan burung gereja yang berkelamin jantan, seperti apa perbedaannya? lihat artikel kami terdahulu tentang cara membedakan kelamin burung gereja Jantan vs Betina.

Karena  sebaiknya memelihara burung gereja dari anakan (lolohan) maka kali ini kami ingin berbagi tips Cara memilih bakalan burung gereja anakan :
  • Pilihlah burung yang memiliki fisik yang sehat, yang tampak dari kaki yang sehat, jumlah kuku lengkap, sayap mengapit rapat di badan.
  • Pilihlah yang berparuh tebal dan lebar, mata yang bulat, sehat dan jernih.
  • Bila telah makan sendiri, pilihlah yang paling rajin makan. Demikian pula bila masih lolohan, pilihlah yang suka rebutan dan ingin yang pertama di loloh.
  • Saat anakan pun burung gereja akan bersuara, maka pilihlah yang bersuara keras.
  • Pilihlah yang bisa berdiri dengan kokoh dan tegak atau bisa loncat dengan jarak yang jauh. 

Itulah tips ringan KM Kissawa untuk anda yang ingin memilih bakalan burung gereja. Semoga bermanfaat, dengan perawatan yang rajin dan konsisten burung akan cepat gacor. Selamat mencoba
Read more >>

Tuesday, December 24, 2013

Harga Burung Gereja (Burger) di Surabaya 2014

Burung Gereja liar begitu banyak berkeliaran di alam liar, seakan dipandang sebelah mata karena tidak memiliki nilai ekonomis, padahal keberadaanya dialam juga diperlukan sebagai burung pemakan sisa-sisa makanan yang terbuang. Namun tidak jarang juga keberadaan burung gereja menjadi tidak menyenangkan karena sering mengumpulkan sampah dan daun kering untuk dibuat sangkar di plafon, sehingga plafon menjadi kotor dan menjadi sarang tikus atau mengundang rayap. Namun bagi kicau mania yang gemar memperhatikan kicauannya, burung ini memiliki kicauan yang ramai dan rapat sehingga sangat cocok buat masteran burung berkicau.

Sebagai pemaster yang baik, makanan yang  mudah, perawatan yang mudah sehingga burger pun kini menjadi naik daun dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Adapun burung Gereja yang menjadi incaran para pecinta burung adalah yang masih anakan atau yang  masih lolohan, karena kalau yang sudah besar akan sangat sulit untuk dijinakkan. 

Berdasarkan pantauan kami dipasar, inilah Harga Burung Gereja di pasar kupang Surabaya :
  • Burger lolohan Rp. 100.000,-
  • Burger Muda makan sendiri dan jinak Rp. 125.000,-
  • Burger D3wasa liar Rp. 4.000,-
  • Burger sudah grecek Rp. 125.000 s.d. 150.000,-

Dengan mengetahui Harga Burung Gereja tersebut maka ini pertanda bila Ternak Burung Gereja masih memiliki  peluang yang bagus untuk diusahakan, meskipun ini tidak termasuk peternakan yang prospek di tahun 2014. Agar memiliki burung gereja yang jinak maka ada baiknya bila memperhatikan Cara Merawat Burung Gereja.
Read more >>

Friday, October 25, 2013

Cara Mudah Ternak Burung Gereja

Prospek untuk berternak burung gereja terbuka lebar dan memiliki potensi yang sangat bagus karena burung gereja gacor akan selalu diburu para pecinta burung berkicau untuk dijadikan sebagai burung masteran. Bila anda konsisten dan bisa menghasilkan burung gereja jinak dan burung gereja yang gacor maka bukan tidak mungkin burung yang tidak ada nilainya itu akan menjadi burung yang mahal harganya.

Saat ini anakan burung gereja lolohan diharga +/- 100rb bahkan ada yang menawarkan lebih bila burung tersebut telah makan sendiri dan jinak, baru dicetekin jari saja sudah mau mendekat bisa diharga > 150rb. Apalagi kalau di cetekin jari burung akan gacor. 

Tujuan berternak burung gereja adalah menghasilkan anakan burung gereja yang jinak baik itu dijual diusia lolohan maupun setelah mau berkicau. Karena permintaan burung gereja lolohan saat ini mengalir deras namun pasokan sangat minim bahkan jarang ditemukan dipasaran.

inilah Cara Mudah Ber Ternak Burung Gereja 
  • Siapkan Glodokan dari bahan kayu baik itu single hole maupun paralel

  • Tempelkan pada dinding rumah yang jarang dilewati orang, agar burung tidak takut untuk bersarang disana.
  • Berikan makanan biji-bijian di dekat glodokan dan di tanah sekitar glodokan tadi.
  • Bahan sangkar tidak perlu anda persiapkan karena burung gereja akan mencari sendiri dialam.
  • Selain biji-bijian seminggu dua kali berikan Ulat Hongkong pada wadah khusus yang ditaruh di dekat bawah glodokan agar burung cepat mencapai birahi.
  • Dengan sistem seperti ini lama kelamaan burung gereja akan bersarang pada glodok yang telah anda siapkan.
  • Jangan pernah datangi atau membuka glodok hingga burung gereja tampak mengangkut bahan sarang kesana, karena  hal ini akan membuat burung merasa takut untuk bersarang.
  • Akan lebih baik juga bila menyediakan pakan burung gereja dalam wadah pakan khusus yang memiliki sistem First in Firs out (FiFo) sehingga anda tidak perlu bersusah payah untuk memberi pakan setiap hari.
  • Setelah burung gereja tampak bersarang dan bertelur, bila telur telah di erami dan menetas sekitar umur seminggu atau sepuluh hari kemudian anakan burung gereja diambil dan mulailah anda loloh sendiri dengan bubur khusus seperti bubur pakan burung kenari.
  • Burung lolohan tadi bisa anda pelihara sendiri atau anda jual ke pasar, karena peminat burung ini masih begitu banyak seiring fungsinya sebagai pemaster yang hebat.
  • Cara merawat burung Gereja, sebaiknya tidak memperlihatkan/mempertemukan burung gereja liar agar burung lebih cepat jinak (di isolasi).
  • Peminat burung gereja gacor adalah pemilik burung kicauan seperti Cendet, Murai Batu, Cucak Hijau dan Kacer.

Itulah Tips Cara Mudah Ber Ternak Burung Gereja ala KM Kissawa, karena burung gereja ini begitu banyak hidup di sekitar lapangan Kissawa - Surabaya. Dengarkan kicauan cerecet burung Gereja DISINI
Read more >>

Wednesday, October 16, 2013

Cara Merawat Burung Gereja

Agar mendapatkan burung gereja yang jinak dan rajin grecek maka lebih baik bila memelihara burung gereja dari lolohan, sehingga burung ini akan jinak dan tergantung pada pemiliknya, selain itu burung ini akan bunyi 
bila di cetekin jari karena sudah jinak dan dirawat dengan baik. Memelihara burung gereja hasil tangkapan liar akan sulit jinak dan mau berkicau di sangkar.

Burung gereja yang rajin berkicau (grecek) adalah burung gereja jantan, yang akan bersuara gaduh bila bertemu dengan sesama burung gereja jantan, ketahuilah Cara Membedakan Burger Jantan/Betina

Cara Merawat Burung Gereja :
  • Loloh atau beri makan anakan burung gereja 2 jam sekali dengan bubur sun atau bubur buatan.
  • Burung gereja anakan jangan perlihatkan dengan burung gereja liar, agar terbiasa dengan manusia dan bergantung pada pemiliknya.
  • Setelah mau makan sendiri, selalu berikan makanan biji bijian seperti pakan burung canary.
  • Berikan UH 2 biji dipagi hari
  • Kroto seminggu 2 kali
  • Dimandikan setiap pagi atau  minimal seminggu 2 kali, biar jinak dan tidak bau.
  • Sebaiknya pelihara dua burung gereja jantan lebih dari 1 agar bisa dipakai buat gandengan/sparing.

Untuk burung yang sudah siap, akan berkicau recek bila bertemu dengan burung gereja jantan lainnya. Untuk itu sesekali dekatkan dua burung gereja jantan meskipun berada dalam sangkar yang berbeda. Semoga artikel singkat ini bermanfaat.
Read more >>

Tuesday, October 8, 2013

Membedakan Burung Gereja Jantan dan Betina

Seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya bila burung gereja merupakan burung yang biasanya kita temukan di perkotaan juga pedesaan, mendadak burung ini menjadi naik daun dalam beberapa tahun terakhir ini karena suaranya menjadi idola bagi burung mania. Burung gereja umumnya dipelihara untuk dijadikan masteran bagi burung berkicau lainnya, burung gereja yang rajin berkicau dan mau membuat berisik seperti bertarung adalah yang berkelamin jantan.

Untuk membedakan Burger jantan atau betina memang agak sulit, namun berdasarkan referensi om kicau dan mbah googel, burung gereja jantan memiliki bulu yang membentuk dasi berwarna hitam dari leher hingga dada, sedangkan Burger Betina tidak memiliki bulu hitam atau memiliki tapi samar samar atau hanya sedikit. 

Inilah gambar perbedaan Burung Gereja Jantan dan Betina yang kami temukan di internet :

 



Namun menilik pada gambar perkawinan burung gereja di bawah ini tampaknya agak sulit membedakan mana jantan dan mana yang betina, namun yang berada di posisi atas dipastikan itu adalah burung gereja jantan.

Inilah gambar burung gereja sedang melakukan perkawinan :



Dari gambar gambar yang KM-Kissawa tampilkan diatas, dapatlah kiranya kita mengetahui dan membedakan antara Burung Gereja Jantan Dan Betina seperti apa yang menjadi tujuan kami diawal kata tadi.

Read more >>

Monday, October 7, 2013

Kicauan Burung Gereja

Kicauan burung gereja yang paling favorite adalah Kicau Burung Gereja Tarung atau Burung Gereja Kawin, suara berisiknya menjadi materi isian yang handal bagi burung kicauan lain seperti burung Murai, Kacer, Cucak Ijo dan Cendet. Karena begitu sulitnya merekam suara burung gereja di alam maka memelihara burung gereja yang telah rajin berkicau adalah cara yang sangat tepat.

Lebih kurang seperti inilah Kicaun Burung Gereja yang baik,

Read more >>