Ads 468x60px

Showing posts with label Tengkek Buto. Show all posts
Showing posts with label Tengkek Buto. Show all posts

Wednesday, December 2, 2015

Perawatan Burung Tengkek Buto

Penting untuk anda ketahui tips berikut ini karena burung tengkek buto bukanlah burung yang umum dipelihara oleh pecinta burung meskipun banyak yang menyukai sebagai burung masteran. Burung tengkek buto bukanlah burung tengkek sebagai mana pendapat pedagang burung yang tidak begitu mengenal spesies burung sebagaimana tulisan saya sebelum ini tentang Mengenal Burung Tengkek Buto. 

Apakah makanan burung tengkek buto?
Bagaimana perawatannya?

Berdasarkan penelusuran Kissawa, burung tengkek buto merupakan burung pemakan :
  • Serangga
  • Ikan kecil dan
  • Udang

Sehingga dalam perawatannya pun sebisa mungkin kita harus mengikuti kebiasaannya agar burung menjadi burung yang sehat, dengan kesehatan yang terjaga dan stamina yang terjaga, burung otomatis akan rajin berkicau, apalagi burung pun sudah mengenal si empunya atau burung yang sudah jinak. 

Berikut ini adalah contoh Perawatan Burung Tengkek Buto :
  • Sebaiknya memelihara burung tengkek buto dari yang masih anakan yang masih di loloh, agar burung kelak akan menjadi burung yang jinak, selain itu mendapatkan tengkek buto yang sudah besar pun sangatlah sulit.
  • Burung yang dipelihara dari lolohan, sebaiknya mulai dibiasakan dengan memakan voer, diberi EF udang rebon dan serangga seperti jangkrik atau belalang.
  • Dalam perawatan harian, sebaiknya burung tetap dimasteri dengan suara burung tengkek buto yang ngekeknya panjang.
  • Setiap hari burung sebaiknya dimandikan, baik di keramba maupun di semprot.
  • Agar burung tetap sehat, sebaiknya juga dijemur, adapun penjemuran yang baik adalah dipagi hari setelah dimandikan.
  • Pada malam hari, burung sebaiknya di kerodong agar bisa istirahat dengan tenang.
  • Berikan EF jangkrik secukupnya, misalnya 3 ekor dipagi hari dan 3 ekor di sore hari. udang kecil-kecil dapat diberikan 2 hari sekali, bila tak ada udang segar cobalah dibiasakan dengan udang kering yang telah dihancurkan.
  • Agar burung jinak dan tidak takut dengan manusia, sebaiknya burung lebih sering digantang dekat dengan lalu lalang manusia.
Demikian yang dapat Kissawa bagikan dimalam hari ini, mohon maaf bila terdapat ketidak tepatan, karena Kissawa hanyalah admin blog biasa yang mencintai burung dan hewan cantik lainnya.
Read more >>

Thursday, October 29, 2015

Mengenal Burung Tengkek Buto

Mari mengenal Burung Tengkek Buto, karena kicauan burung ini menjadi andalan untuk masteran (guru berkicau) bagi sebagian burung ocehan, mulai dari kelas tembre sampai kelas atas, seperti untuk masteran burung Lovebird (meskipun ini juga burung masteran), Cucak Ijo, Cendet dan Murai Batu. Suaranya yang keras dan panjang merupakan sangat disukai oleh kicau mania, berdasarkan pengamatan saya di alam liar, burung ini bisa ngekek sampai 15 detik lebih. Kicauannya benar-benar berbeda dengan kicauan puluhan burung lainnya yang ada di hutan, memukau karena panjang dan lama.

Burung Tengkek Buto memiliki nama resmi burung ini tiong lampu biasa (Eurystomus orientalis), untuk membedakannya dari tiong lampu ungu (Eurystomus azureus) yang merupakan burung endemik di Maluku Utara. Tengkek buto memiliki tiga kerabat dekat. Selain tiong lampu ungu, dua spesies lainnya hanya dijumpai di Afrika, yaitu cinnamon roller (Eurystomus glaucurus) dan blue-throated roller (Eurystomus gularis).

Tengkek buto disebut juga dollarbird (Eurystomus orientalis)

Oleh Linnaeus yang pertama kali menemukan dan memberikan catatan (tahun 1766) di Jawa, tengkek buto masih dimasukkan ke dalam genus Coracias, atau sama seperti tiong lampu sulawesi. Rupanya spesies ini tidak hanya dijumpai di Jawa, karena para ornitholog kemudian menjumpainya di beberapa wilayah Indonesia, bahkan di sejumlah negara.

Tidak mengherankan apabila tengkek buto memiliki wilayah persebaran paling luas dibandingkan tiga kerabatnya : tiong lampu ungu, cinnamon roller, dan blue-throated roller. Saat ini terdapat 10 subspesies atau ras tengkek buto, yaitu :
  1. Eurystomus orientalis calonyx (Sharpe, 1890): habitat di wilayah utara India (Garhwal, utara  Assam dan Cachar), Nepal hingga ke China Selatan, Manchuria, Rusia, Jepang (Honshu hingga Kyushu); Asia Selatan, dan Sunda Besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa).
  2. Eurystomus orientalis orientalis (Linnaeus, 1766): habitat timur laut India (Assam), Myanmar, dan wilayah selatan Indochina, Filipina, Kepulauan Ryukyu, dan Indonesia. Di Indonesia, burung ini bisa dijumpai di Sunda Besar, Kepulauan Loloda (barat laut Halmahera, Maluku Utara), Maluku, dan Sulawesi.
  3. Eurystomus orientalis laetior (Sharpe, 1890): habitat di baratdaya India.
  4. Eurystomus orientalis irisi (Deraniyagala, 1950): habitat di Sri Lanka.
  5. Eurystomus orientalis gigas (Stresemann, 1913): habitat di selatan Kepulauan Andaman.
  6. Eurystomus orientalis oberholseri (Junge, 1936): habitat di Kepulauan Simeulue, Aceh.
  7. Eurystomus orientalis waigiouensis (Elliot, 1871): habitat di Provinsi Papua dan Papua Barat,  serta Papua Nugini.
  8. Eurystomus orientalis crassirostris (P. L. Sclater, 1869): habitat di Bismarck Archipelago.
  9. Eurystomus orientalis solomonensis (Sharpe, 1890): habitat di Kepulauan Solomon.
  10. Eurystomus orientalis pacificus (Latham, 1801) – habitat di Sunda Kecil (Bali, Lombok, dan Timor), wilayah utara dan timur Australia, dan mungkin juga di Sulawesi Selatan dan Kepulauan Sula.

Postur tubuhnya sedang (30 cm), berwarna gelap. Paruhnya lebar dan berwarna merah lebar, tetapi ketika muda berwarna hitam. Warna bulu seluruhnya abu-abu kebiruan gelap. namun bulu di sekitar kerongkongannya atau dagunya biru terang.

Ada beberapa orang yang menyebut dan menulis burung Tengkek Buto dengan Burung Tengkek, padahal kedua burung ini adalah jenis yang berbeda, Bagi yang ingin memiliki masteran suara burung tengkek buto bisa mendapatkannya dengan mudah di YT. 

Sekian ulasan kissawa tentang burung tengkek buto, semoga bermanfaat bagi rekan kicau mania, ini adalah catatan Kissawa dari ujung pulau bintan, yaitu di Kecamatan Bintan Utara yang masih memiliki hutan cukup luas dengan ratusan jenis burung hidup bebas disini. Jaga kelestariannya yaa....
Read more >>