Ads 468x60px

Sunday, September 14, 2014

Tips Cara Menjinakkan Burung Cucak Kombo

Burung Cucak Kombo yang kita dapatkan di pasar burung selama ini adalah burung-burung hasil tangkapan hutan, maka sudah pasti burung ini adalah burung yang liar, agar burung ini bisa bertahan hidup dalam pemeliharaan manusia maka hal terpenting adalah memberinya makan dan minum sesuai dengan apa yang dikonsumsinya. Kita tidak bisa memaksakan burung ini mau makan voer, karena pada dasarnya voer bukanlah makanan utama bagi burung Cucak Kombo. Perhatikan Cara Merawat Cucak Kombo seperti yang telah Kissawa  tulis sebelum ini.

Burung Cucak Kombo Liar
Karena burung ini adalah burung liar maka sudah pasti burung ini akan berontak di dalam sangkar dan berusaha keluar yang kita sebut dengan giras. Karena ada pertanyaan dari visitor yang menanyakan tentang cara penjinakkannya, kali ini akan kita bahas penjelasannya agar burung kesayangan kita bisa jinak dan rajin berkicau tentunya.

Cara Menjinakkan Burung Cucak Kombo
  • Agar burung cepat bersosialisasi dengan  lingkungan baru, yaitu berteman dengan manusia, kendaraan dan  hewan lainnya yang dianggapnya predator maka burung sebaiknya digantung ditempat yang dekat dengan lalu lalang manusia, seperti diteras rumah yang tidak terlalu tinggi agar bisa melihat aktivitas manusia, kucing yang tidak mengancamnya juga kendaraan.
  • Burung yang baru dibeli dari pasar burung dan burung yang baru ditangkap dari hutan sebaiknya jangan langsung di mandikan, biarkan burung mau makan apa yang kita berikan berupa nektar buatan maupun serangga hidup, seperti UH atau telur semut (kroto).
  • Mandikan burung di hari ke empat dipagi hari, kemudian burung dijemur sekitar 1 jam atau sampai bulu-bulunya kering. Kemudian gantung lagi burung ditempat yang kita kehendaki agar burung cepat jinak seperti diteras atau dibawah pohon.
  • Makanan berupa nektar buatan jangan sampai kehabisan, untuk itu pantau terus ketersediaannya, bila habis segera di tambahi, bila telah kotor segera diganti, atau ganti nektar setelah 2 hari. Karena aktivitas kita mengganti dan menambah nektar makanan Cucak Kombo tadi akan terus di ingat dan dianggap kita bersahabat dengan burung tersebut, untuk itu lakukanlah secara rutin.
  • Disiang hari burung tak perlu dikerodong, biarkan burung terbiasa dengan lingkungan barunya bersama kita. dan kita bisa terus memantau kesehatan dan keadaannya.
  • Setelah 1 bulan burung tidak juga tampak jinak dengan mandi 1 kali di pagi hari setiap hari, barulah kita tingkatkan perawatannya dengan memandikan burung di malam hari sekitar pukul 18.30. dengan air hangat-hangat kuku. Semprot burung dengan cukup basah saja (sebelumnya ambil dulu makanannya), kemudian gantung burung ditempat yang diterangi cahaya lampu. Setelah bulu tampak kering masukkan kembali nektar buatan, biarkan burung menghisap sari gula tersebut, kemudian burung dikerodong dan biarkan burung istirahat sampai pagi hari.
  • Lakukanlah terapi mandi malam untuk menjinakkan burung cucak kombo yang benar-benar giras 3 hari sekali, sampai burung menunjukkan prilaku bersahabat.
Hal yang tak perlu dilakukan untuk menjinakkan burung cucak kombo adalah mencabuti bulu sayap atau memotong bulu sayap agar burung tidak bisa terbang seperti yang dilakukan oleh banyak pecinta burung merpati dan ayam.

Selain cara diatas, kita juga bisa menggunakan terapi lapar, yaitu dengan memberi makanan dalam jumlah yang pas dan tidak berlebihan agar burung selalu berharap di datangi dan kita beri makan. Cara ini juga efektif untuk menjinakkan berbagai jenis burung lain yang masih liar.

Setelah burung tampak jinak dan kita ingin mengetahui kicauannya, setelah mandi coba taruh burung ditempat yang agak tinggi  untuk menjemurnya, kemudian anda juga bisa mencoba menggantungnya di bawah pohon yang rindang dan sepi, karena burung ini suka dengan tempat yang teduh. 

Untuk memancing burung ini berkicau, kita juga bisa memaster burung Cucak Kombo dengan burung Trucukan yang rajin bunyi, burung kenari maupun burung cucak jenggot.

Selamat Mencoba, tips ini juga di share oleh Mr. Bambang J.S.


0 comments:

Post a Comment